self improvement

ATTITUDE

Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Sikap kita akan menentukan apakah kita dapat sukses atau tidak. Sikap kita akan menentukan seberapa banyak teman kita. Sikap kita akan membuat kita mendapatkan berkat itu atau tidak, sikap kita akan membuat kita sengsara atau tidak. Sikap kita akan mendatangkan berkat atau malah membuang berkat.

Sikap adalah hal yang sangat amat penting di dalam hidup. Jika kita ingin sukses, kita perlu untuk terus memperbaiki sikap kita. Sikap memang tidak mudah untuk dibentuk, tetapi selama kita mau berubah dan mau berusaha menjadi lebih baik, itu bisa kita dapatkan. Sikap yang baik akan mendapatkan tanggung jawab yang serupa. Hal itu akan datang layaknya angin berhembus dan cahaya matahari pagi yang menyambut tuannya untuk bersinar cerah.

Cahaya itu tidak akan berhenti begitu saja. Ia akan bersinar karena sudah tiba waktunya untuk bersinar. Sikap yang ditanam itu akan berkembang dan terus berkembang. Seperti tanaman yang diberi pupuk dan air. Kita perlu untuk menjadikan diri orang yang memiliki sikap baik. Bukan untuk orang lain melainkan untuk keberlangsungan hidup kita di tengah dunia yang penuh toxic ini.

Saya memiliki keluarga yang tidak 100% penuh cinta ataupun pemikiran positif. Tetapi saya sadar akan satu hal, bahwa kita itu perlu untuk memperbaiki diri dan menyambut masa depan dengan perubahan diri sendiri tanpa perlu untuk menyalahkan lingkungan atau diri sendiri.

Do you think attitude matter? Do you want a story ?

Suatu ketika ada seorang anak kecil yang bercerita pada gurunya, bahwa guru lain selalu sibuk, ia tidak memiliki teman, ia bercerita ia lebih suka berteman dengan pria daripada wanita. Ia memiliki sahabat perempuan tetapi sahabatnya memblokir dirinya, ia selalu menuduh dan berbicara hal negatif di dalam hidupnya.

Awalnya setiap orang yang berkenalan dengan dia merasa tersentuh dan iba karena mendengar ceritanya.
Ia bercerita tidak memiliki ayah dan ditinggal ibunya. Ia tinggal dengan tantenya yang memiliki cukup banyak uang. Awalnya setiap orang mungkin merasa iba, tetapi lama kelamaan setiap orang yang mendekati dia sadar bahwa sikapnya yang bersikeras merasa benar, malas, dan enggan untuk berubah ataupun memperbaiki sikapnya itu membuat orang merasa tidak nyaman dan mulai berpikir untuk menjauhi dia. Guru yang mendengarnya menegur dirinya beberapa kali bahwa ia perlu untuk menghargai orang lain agar orang lain mau menghargai dia, untuk tidak malas dan untuk belajar sungguh-sungguh. Teguran untuk memperbaiki sikapnya itu tidak pernah diindahkan. Setiap ia belajar dengan guru tersebut ia selalu bercerita hal yang tidak penting. Selalu berpikir dunia kejam tetapi ia tidak mau berubah atau bersyukur dan memperbaiki sikap diri.

Alhasil, setiap orang yang berusaha untuk mendekatkan diri kepadanya ataupun berteman mundur secara perlahan. Pertanyaannya adalah siapa yang mau berteman atau bersahabat dengan orang yang memiliki sikap tidak baik ataupun tidak menghargai orang lain bahkan selalu komplain dengan apa yang diberikan untuk dia, baik dari keluarga terdekatnya ataupun orang lain.

Wajar saja jika ia tidak memiliki sahabat ataupun teman yang mau berhubungan baik dengannya, karena ia tidak tahu bagaimana caranya bersyukur dan berhubungan baik dengan orang lain apalagi mengubah sikapnya menjadi lebih baik.

Dari cerita ini saya belajar, bahwa sikap kita akan menghasilkan sesuatu untuk diri kita sendiri, bukan untuk orang lain ataupun bahkan mendatangkan berkat untuk diri kita. Jika kita tidak berusaha untuk memperbaiki diri, maka apapun yang ada dalam diri kita tidak akan menjadi berkat untuk diri kita ataupun berkat untuk orang lain.

Sikap yang baik akan mendatangkan berkat yang baik juga. Berusaha berubah dengan sikap yang tegas dan perlakuan tegas akan menyelamatkan hidup kita dari kemalasan dan rasa tidak menghargai orang lain.

self improvement

Quotes

“Goal atau tujuan adalah salah satu alasan kenapa orang tidak mendapat apa yang mereka mau, karena mereka tidak tahu apa yang mereka mau.”

What do you see in your mind, you are going to be hold it in your hand.”-Bob Proctor

” A wise man can learn more from a foolish question than a fool can learn from a wise question. – Jackie chan

Fight for success or do nothing to die

“There are 3 types of friends : friends for reason, friends for season, Friend for a life time.”

If you want to be a winner : appear weak when you are strong and appear strong when you are weak. – Lao tzu

“Fate is still fate. You will meet whoever you are destinied to meet. That’s why destiny, fate,, and bond are scary.”

Taugh times never last, but taugh people do.

“The key to a happy life is to accept you are never actually in CONTROL.”

“Hope is wishing something would happen. Faith is believing something will happen. Courage is making something happen.”

Be better than yourself yesterday, Do your job right and believe in faith.

“CONVERSATION SI A MEETING OF MINDS WITH DIFFERENT MEMORIES AND HABITS. WHEN MINDS MEET, THEY DON’T JUST EXCHANGE FACTS. THEY TRANSFORM THEM AND ENGAGE THEM IN NEW TRAINS OF THOUGHT. CONVERSATION DOESN’T JUST RESHUFFLE THE CARDS : IT CREATES NEW CARDS. CONVERSATION CAN CHANGE THE WAY WE SEE THE WORLD, AND EVEN CHANGE THE WORLD” – theodore 2 eldin-

penjualan

How to sell yourself to you and others

Joe Regard

If you keep selling yourself on yourself, , you will have an easier time of getting to be and remaining number 1. There will be many obstacles and you must be prepared for them. Never ger trap of negativism.

There are three steps for liking yourself by Goerge Romney.

  1. Never do anything, anywhere, that you would be ashamed of.
  2. Don’t be afraid to give yourself a pat on the back now and then.
  3. So live that you would be glad to have yourself for a friend.

Joe Girard – The number one sales car says,”If i wanted to keep selling myself successfully i would police those things out of my life, envy, jealousy, a willingness to settle for second best, a willingness to just give up. Those who are number 2 and 3 in life are not content untul they pull the number 1 down to their level. That was trap of negativity.

THE ROAD TO WINNING

You can only win in the business of selling yourself by believing you are number 1 and acting like it. By reminding yourself everyday you are number 1. Just as plants need fertilizing, so does your mind.

“If you want a winning image with others, your first concern must be a winning self-image.”

In your ownway, you can sell yourself just as successfully to others. The number 1 rule is to have faith in yourself, the greatest product in the world, on individual who has no counterpart anywhere. You are the number 1.

  • Associate with others who know how to sell themselves, who are winners. Avoid the losers from now on.
  • Put negative thoughts- Envy, jealosy, greed, hate-out of your life.
  • Repeat everyday, i’m the number 1 – one person in my life.
  • Determine that you will take every “catcall” in life from now on as a compliment and build on it.
  • Give yourself a pat on the back at least once everyday.

“One of the best ways to build faith and confidence, in yourself is to accept it from others.”

SELLING YOURSELF TO OTHERS

A.) Put yourself in a buyer shoes for a moment and ask yourself, would anyone want too buy you?

B.) Make yourself into a most wanted package. You are trying to get people to do something yourway or see something as u see it. You want them to change their viewpoints, to make them like u or love you.

“In selling yourself successfully, absolute confidence in yourselves is a must. Plus the confidence that you will not fail in the sale. don’t wish other people to put confidence on you if you not put confidence on yourself.”

THE IMPORTANCE OF A SALABLE PACKAGE

Ideally, contents and wrapping should go hand in hand.

Contents :

– What you are inside.

– The personality that shines through your eyes

– The smile on your face, the words that express yur thoughts and ideas.

– Your readiness to listen

– Your enthusiasm

– Your attitudes and outlook.

Wrapping :

Cleanliness, grooming (perawatan diri), complexion (sifat) , weight, the posture you assume, shoes you walk in, clothes the way you wear. Because what you wear is an indication to many people of what you are.

If you want to sell yourself successfully, make sure you know what you’ve got to sell!”

Uncategorized

Get anyone to like you, love you, or just plain think you are great.

Secara alami kita sebagai manusia mencari teman, dan bergabung dengan mereka, serta perduli satu terhadap yang lain. Tetapi hal itu terkadang menjadi susah bagi seseorang untuk mencapainya karena untuk mencapai hal itu perlu ketebukaan diri dan perasaan orang tersebut ; perasaan yang sebenarnya. Banyak orang ingin menyukai, mencintai, berhubungan tetapi mereka takut. Banyak hal menghalangi keinginan bawaan mereka, seperti ketakutan ditolak, kerapuhan, ego, cemburu, adalah beberapa hal dari campuran emosi atau perasaan, sikap, dan keyakinan yang menghalangi kita untuk menjangkau dan menjalin ikatan dengan orang lain.

9 hukum psikologi yang dikutip dari buku David J Lieberman, dapat memberikan saran kepada kita dalam memberikan perngaruh dan mengubah apa yang kita pikirkan tentang seseorang hingga kita dapa membuat siapapun menyukai kita.

  1. Law of association
    Jika kita mau disukai seseorang, bicaralah dengan mereka ketika mereka sedang dengan suasana hati yang baik atau sedang senang berbicara sesuatu. Perasaan tersebut akan berasosiasi dengan kita dan orang tersebut akan memiliki rasa positif terhadap kita. Jauhi orang yang ingin anda ajak bicara ketika mereka tidak dalam suasana hati yang baik. Hal ini dapat dilihat dengan cara mereka merespon kita, baik itu dengan senyum secara singkat dan terpaksa atau tidak berbicara dengan melihat mata anda.
  2. Repeat Exposure
    Pepatah mengatakan “Keakraban menimbulkan penghinaan”, ini biasanya dapat diterima, tapi hal yang menarik yang perlu kita ketahui bahwa itu tidak benar. Kenyataannya sangat berlawanan. Banyak studi menyimpulkan bahwa semakin kamu berinteraksi dengan seseorang, semakin dia akan suka pada Anda. Sederhananya kamu akan bertumbuh dengan orang tersebut. Dengan menjadi misterius, jauh dan tidak tersedia untuk seseorang, sesungguhnya kita menghancurkan angka interaksi. Studi menyimpulkan kita akan menjadi teman dan cenderung suka pada orang terdekat kita karena tingkat interaksi kecuali untuk percintaan.Hukum scarcity dapat digunakan.
  3. Reciprocal Affection
    Jika kita menyukai seseorang, mereka akan membalas hal serupa. Jadi lakukan sesuatu yang membuat mereka tahu bahwa kita menyukai mereka dan menghargai mereka. Hanya jika itu benar-benar kita rasakan dan tulus. Jangan terlalu cepat menjadi teman baik mereka, lakukan itu secara perlahan.
  4. Similarities
    Kesamaan atau seseuatu yang umum yang pernah dirasakan, hal ini yang akan menciptakan rasa saling menyukai. Menceritakan apa yang pernah kita rasakan dan kita sukai secara umum yang mungkin dirasakan oleh banyak orang termasuk lawan bicara kita akan menimbulkan rasa rekan seperjuangan. Pada dasarnya rasa tersebut akan membuat sebuah situasi yang sama dan timbul perasaan yang sama dalam memperjuangkan sesuatu, hal ini akan membentuk ikatan dan rasa dimengerti. Keinginan untuk dimengerti adalah hal yang terpenting.
  5. How you make them feel
    Bagaimana orang merasakan tentangmu adalah bagaimana kamu membuat mereka merasa tentang dirinya. Membuat mereka merasa baik tentang diri mereka akan membuat mereka merasa menyukai Anda.
  6. Rapport (Hubungan baik)
    Menciptakan rasa percaya mengantarkan Anda pada jembatan psikologi pada seseorang. Rasa positif dan nyaman akan ada jika percakapan terhubung. Membuat gerakan yang sama atau menggunakan kata yang sama adalah rapport yang tercipta jika ada rasa saling menyukai.
  7. Helping them out
    Membantu mereka dengan cara membuat mereka membantu kita. Jika kita dapat membuat mereka melakukan perbuatan kecil untuk kita, ini akan menghasilkan perbuatan hangat dan baik kepada kita. DENGAN kita berbuat baik kepada mereka, tidak membuat mereka suka pada kita, walaupun kelihatan seperti lebih disukai. Yang kamu inginkan adalah dia memiliki rasa yang baik terhadap kita, tidak hanya percaya kita adalah orang baik. Ini akan tercapai jika dia melakukan perbuatan baik untuk kita. BUKAN kita yang baik kepada dia.
  8. He is only human
    Ketika kita ingin terlihat lebih disukai, lakukan sesuatu yang memalukan dan tersenyumlah terhadap diri Anda sendiri. Ini cara terbaik untuk menyenangkan hati Anda saat Anda bersama siapa saja. Yang menunjukkan bahwa Anda tidak terlalu ambil serius akan kesalahan kecil.
    “The Bragging arrogant person is really a person who feels small inside and we are often instinctively uninterested and unattracted to this person. The one who is confident and secure is the one who is apt to laugh at their own mistakes and is not afraid to let people know that he is human.”
  9. Positive Attitude
    Kita suka berada dekat dengan orang yang memiliki kesamaan dengan kita. Tapi hal ini tidak berlaku dengan orang yang negatif. Tidak ada orang yang suka berada dekat dengan orang yang negatif, suka moody, sering marah, dan pesimis. Kita semua selalu suka dan kagum terhadap orang yang positif, bahagia, dan punya pandangan dalam hidup. Kenapa? Karena itu yang kita inginkan.

NOTES :
a. Berada di sekitar orang yang ingin kita dekati sesering mungkin, karena itu akan menciptakan kesukaan.

b. Bicaralah saat lawan bicara sedang dalam suasana hati yang baik.

c. Pastikan mereka tahu Anda suka atau kagum terhadap mereka.

d. Buat mereka melakukan bantuan pada Anda.

e. Bangun hubungan baik, samakan gerakan, intonasi, dan kecepatan berbicara.

f. Kita tenggelam pada orang yang percaya diri. Tunjukkan kepercayaan dirimu dengan bisa tertawa pada dirimu sendiri dan tidak ambil hati atau terlalu serius.

g. Buat mereka merasa baik tentang mereka. Jadi seseorang yang tulus, baik dan hangat.

h. Punya sikap mental dan positif. Tertarik, passionate, dan bahagia dengan kehidupan serta menjadi hidup di dalamnya.

Selamat mencoba sobat >.<

self improvement

Ada Tiga jenis Orang di dunia, Yang mana kah kamu?

TERNYATA DI DUNIA INI ADA 3 JENIS ORANG.

  1. Yang pertama dan selalu menjadi yang pertama adalah Pemenang. Kamu bisa mengenal mereka dengan mudah. Orang-orang tersebut selalu menjual diri mereka pada diri mereka sendiri. Mereka adalah orang yang berprestasi. Mereka selalu antusias, dan mereka tidak pernah mengeluh, mereka selalu menggunakan senyuman nomor satu. Mereka adalah bukti positif bahwa apa yang Anda dapatkan dari hidup adalah apa yang Anda masukkan ke dalamnya. Mereka adalah pemenang, dan mereka memiliki kemampuan untuk menambah energi anda dengan antusias. Mereka adalah orang-orang yang ingin kamu tiru.
  2. Yang kedua adalah Kamu bisa menemukannya di mana-mana, ada satu di setiap kantor, departemen, toko, kelas, ruang loker. Mereka adalah orang-orang yang selalu mencari lengan untuk menangis. Untuk memberitahukan seseorang tentang masalah mereka adalah pengeluh di dalam kehidupan, Mereka adalah pencengkram dalam kehidupan. mereka adalah pecundang, dan mereka adalah orang-orang yang harus dijauhi. Mereka adalah orang yang akan membuat orang disekitarnya menjadi down. Larilah daripada mereka untuk menghindari bahaya, yaitu menjadi seperti mereka.
  3. Yang terakhir adalah nomor tiga. Orang yang menyingkirkan diri dari kehidupan. Yang telah menyerah . Sikap mereka adalah “Apa gunanya?” , Mereka adalah orang yang selalu menunjuk orang lain “Biarkan si George yang melakukannya.”
    Pada kenyataannya mereka lebih pecundang daripada orang yang nomor dua karena mereka tidak pernah membuat usaha. Hindari mereka.

Jadi, menurut kamu, kamu ada di nomor berapa?

Apakah kamu No 1, 2 atau 3 ?

dan apakah kamu mau berubah untuk mencoba naik level dan berusaha menjadi lebih baik lagi?

Investment

CryptoCurrency

Do you guys know a bit about cryptocurrency? and how does it works?

Well,

ME TOO!

what i can say is that cryptocurrency can save us to save our money in the right place. I mean as an investment.

Well, some people use it as a daily earning and a trader but for me

I WANT TO BE LIKE THEM TOO!!

but you know, time must be the one that answer us to do that.

While the most important thing is we have to learn something about crypto before we go in and put our money inside all of the coin.

  1. LEARN ABOUT THE CANDLE
  2. LEARN ABOUT THE PATTERN CHART
  3. LEARN ABOUT THE ENTRY POINT PRICE AND WHEN TO SELL (is it long term or short term selling.)
  4. LEARN ABOUT NOT USE ALL OF YOUR MONEY AND EVEN FOLLOW OTHER PEOPLE SIGNAL
  5. FIND YOUR OWN SIGNAL

You know why the 5 points are ultimately very important to me?

Thats because i got loss and lost when i use only my instinct and follow other people signal. As anybody can give you number price and signal but you must have the basic knowledge about the chart and news and the entry and out price.

Big Alert is never be too greedy about something. Especially on crypto. Find your percentage profit and do it consistently.

Why?

Because if you are not consistent then all is a mess, while in crypto everything has high volatile.

Good Luck

Find your own profit

self improvement

Chance of life

Kita selalu merasa bahwa hidup dengan kondisi kita saat ini sangat tidak menarik.

Tetapi banyak orang di luar sana yang melihat kehidupan kita sangatlah menarik dan menyenangkan.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Karena kita hanya melihat luarnya saja, Kita melihat apa yang mereka miliki dan yang tidak kita miliki dan tidak ada timbul rasa syukur di hati kita untuk apa yang kita miliki, karena semuanya hampa. Kita terbiasa dengan kenikmatan dengan yang sudah kita miliki. Padahal sekecil apapun yang kita miliki, kita wajib untuk menyadarinya ada, jangan tunggu hal yang kita miliki itu hilang baru kita merasa “Oh, iya ya kok saya baru tahu, ternyata saya memiliki itu dulu dan saya kehilangannya.”

Ada waktu kita di beri pelajaran oleh waktu dan kejadian yang tidak kita sadari kita kemudian tersadar bahwa kita pernah memiliki sesuatu.

Bukankah hal itu terlambat? Tidak mustahil jika kita mau belajar setiap harinya untuk bersyukur, setiap harinya kita tahu bahwa bersyukur itu adalah sesuatu yang akan membuat kita merasa lebih baik dan merasa setiap hari kita bisa bernafas dan menjalani hari ataupun melakukan yang kita suka adalah berkat, semuanya adalah berkat, dan berkat itu akan ditambahkan kepada orang yang mau bersyukur dan berterima kasih.

Kita bisa melihat bahwa ketika kita sebagai seseorang yang kaya melihat seseorang yang jauh kekurangan daripada kita misalnya saja anak kecil yang meminta sesuatu daripada kita, kemudian kita lebih memberi sebuah makanan dibandingkan uang, ataupun kita memberikan pendidikan daripada uang, atau bahkan kita mengajak mereka untuk bekerja menghasilkan uang dengan pengetahuan daripada memberi uang, dan anak kecil itu berterima kasih dengan sangat kepada kita karena kita memberikan sesuatu terkait apapun itu.

Bukankah kita akan merasa bersyukur karena pernah memberikan kepada anak yang mengerti bagaimana caranya bersyukur dengan hal yang ia terima?

Coba bayangkan jika anak kecil tersebut tidak bersyukur?

apapun yang kita berikan keluar kata-kata anak kecil tersebut :

“Ah, kok cuma segini?”

“Kurang kak segini”

“Saya mau makan, bisa beli makan apa kalau kakak cuma kasih segini?”

“Jadi orang kok pelit sih kak” sambil melihat apa yang diberikan

“Lah, kak, ga kasihan sama saya kalau cuma segini saya gimana bisa bertahan hidup?”

Bayangkan ketika kita mendengar kata-kata tersebut dibandingkan kata “Terima kasih”

apa kita mau memberi lagi kepada orang seperti itu?

Kita adalah seorang anak di mata Tuhan, ketika kita menghargai dan berterima kasih atas kesempatan yang sudah kita terima? apakah ada kesempatan lain yang akan Tuhan berikan nantinya?

Tentu saja akan ada!

Dan kita harus terus bersyukur kepada sang Pencipta agar Ia tergerak untuk memberikan apa yang sudah selayaknya kita dapatkan, dan memanfaatkan kesempatan yang ada.

God Bless

self improvement

Ketulusan

Kreatif

Bertemu generasi kreatif : Dinamis, intuitif, penuh inisiatif, dan mengerjakan karya sesuai panggilan hati dan mereka sangat berkarakter.

“My work is never a job. My work is my life ” – Jared Leto

Dalam hidup senantiasa kita perlu mengedepankan dua hal : Berpikir besar dan bertindak besar. Dengan demikian seseorang akan memiliki ambisi, memiliki effort untuk mengupgrade, dan mempersiapkan dirinya, dan pada akhirnya bisa menyerahkan effort yang sesuai dengan mimpinya tersebut. Semakin besar pikiran dan perbuatan seseorang, semakin besar panggung tempat ia berpijak, dan akan semakin besar pula pencapaiannya saat puncak kehidupan itu datang.

“Jangan biarkan apimu padam, nyalakan dengan bara dan rawa putus asa dari ketidakcukupan, ketiadaan sementara, dan ketiadaan sama sekali. Jangan biarkan pahlawan dalam jiwamu binasa karena rasa frustasi yang sepi akibat kehidupan yang layak kau dapatkan dan belum sanggup kau capai. Dunia yang kau inginkan dapat diraih. Dunia itu ada. Dunia itu nyata. Dunia itu suatu kemungkinan. Dunia itu milikmu.” – Ayn Rand

Masyarakat disatukan oleh ketulusannya. Kika kita tidak mempercayai sesama manusia kita tidak bisa berinteraksi bisnis dengan mereka, bahkan tidak bisa membaur bersama mereka.

Tokoh “Timon” Shakespeare menunjukkan kepada kita kondisi malang seorang pria yang atas kebodohannya sendiri tidak percaya pada ketulusan sifat manusia. Ia memisahkan dirinya dari kumpulan manusia, dan pada akhirnya melakukan bunuh diri.

Manusia bersandar pada kebenaran yang kuat. Catatan fundamentalnya adalah ketulusan. Pemimpin besar adalah manusia dengan ketulusan terbaik, nama dan prestasi mereka tidak dibiarkan punah, suatu bukti bahwa sifat baik ketulusan dikagumi oleh seluruh umat.

Orang yang tidak tulus dengan mudah membayangkan bahwa semua orang seperti diri mereka dan membicarakan kebusukan manusia – Meskipun sesuatu yang busuk bisa bertahan sepanjang masa, karena bukankah semuanya tampak salah bagi hati yang penuh prasangka ?

Orang yang tidak bisa melihat kebaikan dalam hati manusia, sebaiknya perlu memeriksa diri sendiri. Masalah mereka ada di depan mata, kebaikan mereka sebut kejahatan. Mereka dengan sinis dan marah memikirkan kejahatan sampai-sampai mereka tidak bisa melihat kebaikan, karena semuanya tampak jahat.

Ketidaktulusan dapat menciptakan neraka yaitu kesepian, kemiskinan, rasa malu, kebingungan, kecurigaan, tangisan, rintihan, dan ratapan.

4 sifat indah yang menghias pikiran orang tulus :

  1. Kesederhanaan
  2. Daya tarik
  3. Penetrasi
  4. Kekuatan

Ketulusan sama dengan kesederhanaan dan kealamian, karena tidak ada yang perlu mereka tutupi dan mereka tampil seadanya. Tidak ada kepalsuan yang ingin mereka tampilkan. Karena mereka tidak ingin memalsukan apa-apa. Seperti alam yang alami mereka tampil apa adanya.

Dengan mempertahankan kekuatan akal dan moralnya dan kembali pada kesederhanaan, seseorang dapat menjadi hebat. Dimana ada ketulusan di sana ada kesederhanaan, daya tarik yang datang sendiri tanpa perlu dicari.

Sedangkan orang yang tidak tulus hanya mengagumi diri sendiri, orang tulus tidak memikirkan diri sendiri, bakat, kegeniusan, kebaikan, dan keindahan mereka karena mereka tidak begitu menyadarinya. Mereka memikat semua orang dan memenangkan kepercayaan, kasih sayang dan rasa hormat.

Penetrasi adalah bagian dari ketulusan, semua tipuan ataupun yang berpura-pura tersibak dihadapannya, semua kepura-puraan tembus pandang bagi mata orang yang tulus. Dengan satu lirikan jernih ia melihat menembus kepura-puraan tipis mereka. Para penipu di bawah tatapan kuatnya, ingin segera menghindar. Orang yang telah melepaskan semua kepalsuan dalam hatinya. Ia yang tidak menipu dirinya tidak bisa ditipu.

Orang yang tulus dapat membedakan karakter manusia dari gerakannya, tatapan, ucapan bahkan tindakan mereka. Ia tetap waspada tanpa curiga. Ia selalu siap akan penipu tanpa menjadi tidak percaya. Ia bertindak atas pengetahuan positif , dan bukan atas kecurigaan negatif, orang-orang terbuka padanya dan ia membaca kepuasan mereka. Penilaian penetratifnya menembus ke pusat tidanakannya. Sikapnya yang langsung dan tegas menguatkan kebaikan dalam orang lain, dan mempermalukan yang buruk, dan mereka yang belum sampai pada kebijaksanaan hati dan pikirannya.

Kekuatan beriringan dengan penetrasi. Pemahaman tentang sifat dasar tindakan diiringi dengan kekuatan yntuk memenuhi dan mengatasi semua tindakan dalam cara yang tepat dan terbaik.

Pada mulanya kekuatan ketulusan sempit dan terbatas, tetapi lingkaran kebajikan yang telah ia tetapkan terus bergerak , terus meluas dan semakin meluas hingga merangkul seluruh dunia, dan seluruh manusia terpengaruh olehnya.

Orang yang tulus meninggalkan jejak karakternya pada semua yang ia lakukan, dan juga pada semua orang yang telah berhubungan dengannya. Ia berucap sesuai tempatnya dan sebagian orang terkesan. pengaruhnya disampaikan kepada yang lain dan lainnya, tak lama kemudian jiwa yang putus asa menjadi pulih, ketulusan adalah kesejahteraan yang tidak bisa dinilai dengan uang.

Berusaha untuk menjadi orang yang tulus tanpa kepura-puraan akan membuat kita tidak perlu untuk memasang topeng apapun. Menerima orang lain apa adanya dan menjadi hidup serta memiliki hidup.

self improvement

Money has no brother and sister .

Uang tidak punya saudara ?

Apakah benar?

Saya tidak pernah mendengar uang punya saudara, saya hanya pernah mendengar uang beranak.

Ber-anak.

Tidak berarti melahirkan, tetapi maksudnya adalah menggandakan uang tersebut menjadi banyak.

Dan semua orang tertarik untuk itu. Selama kita tidak menomorsatukan uang ya.

Karena ketika kita menomorsatukan uang, kita semakin akan menjadi egois dan tidak perduli dengan orang lain.

Money is not everything in life. Some believe no relationship is possible without money but no amount of money can buy love or happiness. – chitra withane

Akibatnya kita akan merasa sendiri dan tidak percaya orang lain dan akan semakin haus dengan uang yang lebih banyak,lebih banyak dan lebih banyak lagi sehingga kita tidak akan pernah merasa cukup dan bersyukur.

Sifat alami manusia adalah serakah dan ingin lebih banyak serta semua serba cepat tanpa mau membayar harga untuk mendapatkan semua itu, yaitu bekerja keras, bekerja cepat, dan bekerja pintar.

Kita perlu membuat tim dan membangun mimpi kita bukan untuk berdasarkan pada amount of money yang ingin kita capai. Melainkan karena kita mau menggapai mimpi kita dengan sebaik-baiknya.

Lebih baik punya mimpi daripada tidak memiliki mimpi sama sekali di dalam hidup ini. Bukankah mimpi masih gratis?

Walaupun banyak orang yang mungkin akan menghina mimpi kamu dan apa yang kamu lakukan, tetapi setidaknya memiliki mimpi akan lebih baik daripada ttidak sama sekali bahkan membuat diri menggurutu dan bermalas-malasan.

Mimpi adalah motivasi hidup, yang tidak hanya diimpikan tetapi juga diperjuangkan. Mimpi ada bukan untuk hanya sekedar bunga tidur indah .

Mimpi jugalah yang akan membantu kita bekerja keras untuk menghasilkan uang dan uang itu akan datang dengan sendirinya selama kita rajin dan konsisten melakukan apa yang kita lakukan.

Memanfaatkan waktu, dan fokus kepada apa yang kita inginkan di dalam hidup

tidak fokus kepada keegoisan diri

ataupun uang yang lebih banyak

semoga membantu untuk merefleksikan diri hari ini sobat ^^

penjualan · self improvement

Influence

Its hard to be an influencer but its not that hard when we want to do it, we love it, and we want to give impact to other people in need.

Some other people want to be influencer coz they think they will get a lot of money, live a happy life, and can do what ever they want to do. But Actually, all has price. To influence is to have responsibility on what they share and to give good information to every reader and visitors. To upgrade the education and to help other have lots of confident on their own.

So, i am not said i am right, while all of influencers have right to share everything that they think is important with their own way and their own characteristic. As we know, influencers can give good and bad impact. It depends on what they share.

But the first important thing is share good and positive things even tho it has to be negative news, always give positive side on every situation, so that many readers can get an information on the bad news.

Do not focus on the money first, when we want to be an influencer. Despite in the end, the money will come to them.

Photo by George Milton on Pexels.com

How to be a good Influencer?

Harnessing the scarcity principle can help us to get other to do what we want. Such as limited time. Limited supply, one of a kind offers. For example informing co-workers of closing window opportunities before boss go to vacation. It will get immidiately action.

EMPHATY

Its essential to exercising influence. Practicing emphaty can be difficult because we have to step outside comfort zone to understand someone else’s point of view. Its how method actors move us to feel, think, or act differently. They deeply immerse themselves in their character.

CUSTOMER BUY

To make they want to buy our product, the success depends on the ability to grasp the wants and needs of the people around you. If people feel listened to, they become more receptive to your message. And by doing the listening you will become more informed about what they really need. Not just what you think they need. Which will fuel your relationship over the long run.

Secret shippers pose as retail customers and record their observation. Product developers brainstorm use cases and interview customers to envision how they will interact with the product. Negotiators do role playing to imagine opposing points of view before they get to the table.

STORIES

Stories are how we remember, we tend to forget lists and bullet points. Business people not only have to understand companies past but also future.And how do you imagine future. As a story . You create scenarios in your head of possible future events to try to anticipate the live of your company or your own personal life. The key to moving an audience is not to resist this impulse but to embrace it by telling a good story. (experience in the story).

Boring and banal stories when you emphatically share a beginning to end tale describing how results meet expectation. Try to make twist of the story. As a story teller you want to position the problems in the foreground and then show how you’ve overcome them. When you tell the story of your struggles against real antagonists, your audience sees you as an exciting, dynamic person.

If we understand the principle of storytelling, we probably have a good understanding of ourselves and human nature. The art of story telling takes intelligence, but it also demands a life experience.

Self-knowledge is the root of all great story telling. A storyteller creates all characters from the self by asking the question,” If I were this character in these circumstances. what would I do?” The more you understand your own humanity the more you can appreciate the humanity of others in all their situation.  

HOW TO SELL  with fact and figures, and when to appeal to emotions.

Here’s the short rule of thumb : Sell to MR. Rational for simple sales and to Mr Intuitive for complex sales.

This conclusion is backed by a 2011 study based on subject selecting the best used car from a selection of four cars. Each car was rated in four different categories (such as gas mileage). But one car clearly had the best attribute. In this “Easy” situation with only four variables, the conscious deciders were 15% better at choosing the best car than the unconscious deciders. When the researchers made the decision more complex-ratcheting the number of variables up to 12-unconscious deciders were 42% better than conscious deciders at selecting the best car. Many other studies have shown how our conscious minds become overloaded by too much information.

If you want to influence how a customer feels about your product, provide an experience that creates the desired emotion. One of the best ways for a customer to experience your complex product is by sharing a vivid customer story. Research has shown that stories can activate the region of the brain that processes sights, sounds,tastes, and movement. Contrast this approach with 85-slide PowerPoint Presentation.

Rather than thinking of the emotional mind as irrational, think of it this way : An emotion is simply the way the unconscious communicates its decision to the conscious mind.

By Influenced and persuasion Book